Senin, 12 Desember 2011

celoteh sang pujangga

                    Malam ini ingin sekali mengutip celoteh-celoteh khalil gibran, karya2 yang begitu akrab semasa jaman kuliah dulu...and this is it...aq persembahkan beberapa kata2 romantis nan puitis dari seorang maestro pujangga...KHALIL GIBRAN.... :)


"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." 
(Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" 
(Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" 
(Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" 
(Kahlil Gibran)

kekasih sejati


aku yang memikirkan, namun aku tak banyak berharap
kau membuat waktuku tersita 
dengan angan tentangmu


mencoba lupakan 
tapi ku tak bisa
mengapa begini

oh. mungkin aku bermimpi
menginginkan dirimu
untuk ada disini menemaniku

oh mungkin kah kau yang jadi kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku

bila kau menjadi milikku
aku takkan menyesal telah jatuh hati...

(menemani malam dengan kekasih sejati by....)

catatan malam

semoga anugerah ini tidak segera berakhir dan
semoga aku tetap terkurung selamanya dalam keindahan ini...
tak usah aku gambarkan betapa indahnya kamu..
karena keindahan adalah sosokmu

malam sudah sangat larut..
kantuk yang amat sangat pun sudah menyerangku
tapi, hati ini masih memahat bayangmu
yang tak mau pergi sedetikpun
bidadari kecil.. pergilah sejenak dari relung kalbuku
agar ku bisa lelapkan ragaku..